Pelajaran Hidup di usia 25 tahun (Indonesian Version)

"Waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali" - Anonim

Bulan September 2020 lalu, usiaku genap 25 tahun. Melihat ke belakang ketika menginjak usia 20 tahun, lalu lulus sarjana di usia 22 tahun, hingga sekarang tentunya banyak sekali hal yang terjadi dalam hidupku yang tak pernah ku duga sebelumnya. Baik itu dari segi pendidikan, karir, keluarga hingga kehidupan percintaan. Mungkin aku bisa membagikan pelajaran yang kudapatkan kepada teman- teman yang baru akan menginjak usia 20 tahun, terkhusus adik- adikku. Pelajaran hidup apakah yang aku dapatkan di 5 tahun kebelakang hingga usia 25 tahun sekarang?

  1. Jaga Kesehatan dan Pola Makan

Tubuh kita adalah tubuh satu- satunya yang kita miliki sampai kita meninggal nanti. Sebagai anak kos perkuliahan yang saat usia 20 tahun masih mengandalkan pemberian uang dari orang tua justru keliru jika kita tidak menginvestasikan pemberian tersebut untuk benar- benar memilih makanan sehat. Sehat tidak mesti mahal bukan? Buatlah masakan sendiri akan membantu kita menjaga bahan- bahan makanan apa saja yang kita konsumsi. Aku dulu termasuk yang kurang mengukur porsi karbohidrat yang aku makan, saat itu aku hanya berfikir kenyang. Tapi sungguh, karbohidrat saja tidak cukup. Seimbangkan dengan asupan protein, lemak dan vitamin serta mineral juga. Selain itu, olahraga itu penting sekali. Di usia menjelang 25 tahun kita akan sadar, tubuh kita merespon dari bagaimana pola hidup kita sebelumnya.

  1. Less Stuff is Better

Dulu, setiap aku pergi ke tempat yang baru, baik itu pameran, kota, negara, aku suka sekali membeli cenderamata yang khas dari tempat tersebut. Gantungan kunci, magnet kulkas, totebag, kaos hingga barang- barang kesenian lainnya. Memang pada awalnya barang- barang tersebut berkesan, namun seiiring berjalan waktu, barang- barang tersebut hanya menumpuk dan tidak lagi menjadi begitu berharga. Barang itu tidak berarti lagi dan tidak memberikan keuntungan apa- apa ke hidupku. Sungguh, kita tidak butuh memiliki banyak kaos dari beberapa kota dan negara yang kita kunjungi, atau memiliki banyak tas dan sepatu yang akan kita gunakan pada tiap harinya. Sedikit barang yang kita miliki, kita akan benar- benar memakai barang itu, semua yang kita punya bermanfaat, hidup menjadi lebih berarti dari pada barang apa yang kita miliki.

  1. Sabar Meniti Karir

Usia 20 hingga 25 tahun bukan menjadi usia yang pasti untuk mendapatkan karir atau pekerjaan yang sesuai dan kita inginkan. Sebuah hal yang keliru jika kita berfikir bahwa usia 25 tahun kita akan mendapat pekerjaan yang settle.  Begitupun dengan diriku sendiri. Aku berfikir segalanya terlalu general saat itu dan terlalu fokus pada idealismenya, aku tidak menyiapkan diriku untuk detail- detail prosesnya. Dulu aku menganggap diriku tahu apa yang akan aku lakukan, namun ternyata kehidupan setelah perkuliahanku ternyata tidak mencerminkan demikian. Hal yang aku inginkan tidak semudah itu aku dapatkan dan itu menjadi boomerang tersendiri untukku, saat itu aku kecewa, sedih, khawatir berlebihan. Dan semua itu berefek kepada kepercayaan diriku, aku menjadi tidak nyaman dengan orang lain bahkan berefek negatif pada hubungan romantisku. Sabar adalah kunci. Semua membutuhkan proses dalam meniti karir. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, konsultasikan keputusan terbesar kita kepada orang- orang yang kita percaya atau yang ahli dii bidangnya. Aku juga sadar bahwa proses belajar di perkuliahan sangat penting, pelajarilah apa yang akan benar- benar ingin ditekuni, perbanyak skill, berorganisasi dan jalin komunikasi dengan orang- orang baru di masa perkuliahan.

  1. Tidak Ada yang Sempurna

Jangan mencoba menjadi sempurna, tapi mencoba menjadi kuat dan bangkit. Dengan selalu mencoba menjadi sempurna, itu membuat tujuan jadi tidak mungkin tercapai. Tidak akan pernah tercapai karena kita tidak akan pernah memperoleh kesempurnaan. Semua itu hanya akan melelahkan dan membuat frustasi. Belajarlah untuk menerima segala kekurangan dan kegagalan, karena hal tersebut adalah sebuah keniscayaan.

  1. Apresiasi dan Bantu Teman- Teman dalam Hidup Kita

Hidup kita tidak akan pernah berhasil tanpa bantuan orang lain, apresiasi teman- teman seperjuangan yang telah membantu kita, beri hadiah, sapa dan bantu teman- teman kita ketika mereka membutuhkan pertolongan. Hal tersebut akan membuat hidup kita lebih bahagia. Teman- teman yang baik tidak perlu selalu bertemu, ikatan batin lebih dari itu. Hidup lebih bermakna dengan indahnya persahabatan.

  1. Melatih Kekuatan Mental

Sama halnya dengan kekuatan fisik, kekuatan mental juga harus terus dilatih agar tumbuh kuat. Itu bukan hal yang kita peroleh secara cuma- cuma dan praktis. Butuh bertahun- tahun belajar untuk memiliki mental yang kuat. Bagaimana cara melatih mental? Cobalah dengan mengambil suatu tanggung jawab dan selesaikan tanggung jawab tersebut hingga tuntas, belajar mengambil resiko dari suatu langkah yang kita ambil. Ikut kompetisi juga akan membantu kita membangun mental yang kuat.

  1. Memulai Investasi Keuangan Sedini Mungkin

Aku menyadari pentingnya investasi sedari dini, ketika aku memulai pekerjaan pertamaku di usia 23 tahun, namun andai aku bisa mengetahui langkah ini sejak dahulu, aku akan memulai investasi sejak di bangku perkuliahan, memulai bisnis kecil- kecilan dan belajar. Investasi tidak harus secara langsung dengan modal besar, mulailah dengan reksa dana pasar uang, menabung emas, peer to peer investment, hingga menabung saham. Dengan belajar menginvestasikan keuangan, kita akan belajar untuk disiplin dan memprioritaskan pengeluaran kita untuk hal yang kita butuhkan di masa mendatang. Selain investasi, kekuatan bersedekah juga sangat besar. Sisihkan uang yang kita miliki untuk orang- orang yang tidak seberuntung kita. Kita akan belajar rasa syukur.

Sebuah quotes untuk tulisan ini

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.” — Steve Jobs

Pelajaran lainnya:

  • Konsisten beribadah
  • Minum banyak air putih
  • Katakan sayang kepada orangtua, mereka akan meninggalkan kita
  • Buatlah memori indah dengan adik dan kakak kita
  • Memakai sunscreen ketika keluar rumah di siang hari
  • Terbuka dan jujur dengan apa yang kita inginkan, tidak ada yang bisa membaca pikiran kita
  • Dengarkan orang lain yang ingin berbagi dengan kita
  • Gelar tidak menjamin orang menjadi bijak
  • Di dunia ini akan ada orang yang menyukai kita dan tidak menyukai kita, diri kita bukan untuk semua orang dan tidak harus demikian
  • Biarkan dirimu melakukan kesalahan, itu tidak masalah
  • Traveling
  • Jadilah kuat
  • Jadilah baik
  • Jangan buang waktu pada pikiran yang tidak penting
  • Waktu tidak akan berulang
  • Jadilah amanah dan dapat dipercaya
  • Semua akan baik- baik saja!

Selamat menjalani kehidupan di usia 20 tahun yang penuh dengan tantangan, percayalah ini adalah bagian dari proses yang hidup yang harus kita jalani. Semangat selalu.

Love, Raysa

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *