selimut polusi penyebab perubahan iklim

Pemuda- Pemudi Bersatu Atasi Selimut Polusi, Cegah Perubahan Iklim yang Tak pasti

Pengantar

Jelas teringat di pikiran salah satu kerabat. Gusti Ramadan, mahasiswa Universitas Palangkaraya yang bercerita tentang bencana asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi 2019 lalu di Kalimantan pada musim kemarau. Bencana yang membuat suhu sekitar menjadi panas tak tertahankan. 

Ilustrasi Kebakaran Hutan (www.unsplash.com)

Peristiwa yang membuat aktivitas pendidikan baik sekolah maupun perkuliahan diliburkan hingga berminggu- minggu.

Peristiwa yang membuat ribuan warga terkena infeksi saluran napas akibat asap tebal yang memasuki rumah- rumah warga. Terlebih lagi tentang ratusan lansia serta bayi yang berada di ambang kematian karena tidak mendapatkan udara yang layak karena asap yang terus mengudara.

Kebakaran Hutan di Kalimantan
Sepenggal Cerita Kebakaran Hutan di Kalimantan 2019 Lalu (www.bbc.com)

Petaka bermula dari tindakan semena- mena dan eksploitasi besar- besaran terhadap hutan dan lahan gambut. Itu baru di Kalimantan, bagaimana dengan daerah lain di Indonesia?

Bagaimana dengan wilayah lain di dunia?

Sampai kapan akan terus begini?

Apakah semakin lama kita akan terus merasakan hal yang sama sehingga pemandangan seperti ini akan menjadi pemandangan biasa dalam keseharian kita?

Simak dampak polusi udara terhadap kesehatan kita di bawah ini.

***

Kondisi bumi benar- benar sudah memprihatinkan. Tahukan teman- teman dekade 2011 – 2020 tercatat sebagai dekade terpanas dari permukaan bumi?

Kekeringan, kebakaran hutan, gelombang panas, penyebaran wabah penyakit, curah hujan ekstrim hingga banjir di berbagai tempat semakin masif terjadi. Suhu di Arktik bahkan dikabarkan meningkat setidaknya dua kali lebih cepat dibandingkan rata- rata global. Sungguh mengerikan!

Inilah fenomena perubahan iklim yang nyata kita rasakan dan kita lihat secara langsung maupun melalui televisi dan media online. Selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim Inilah kenyataan yang terjadi. Kita tidak bisa tinggal diam. Kita perlu untuk berbenah.

Melalui tulisan ini, mari kita kenali lebih dalam berbagai polusi penyebab perubahan iklim, peran hutan sebagai solusi mengatasi kondisi, serta langkah- langkah yang dapat kita lakukan untuk permasalahan ini. Mari kita buka mata dan hati kita terhadap fenomena yang terjadi di dunia saat ini.

Berbagai Polusi Penyebab Perubahan Iklim

Salah satu bentuk polusi yang membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim adalah emisi karbon. Emisi karbon termasuk dalam emisi gas rumah kaca yang dapat menyelimuti bumi dan memerangkap panas matahari. Emisi karbon dapat dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.

Macam Polutan Penyebab Polusi Udara

Macam Polutan Penyebab Polusi Udara

Macam Polusi Penyebab Perubahan Iklim (Sumber: google.com & youtube.com)

Beberapa aktivitas seperti pembuatan energi listrik, manufaktur barang dan industri penghasil asap pabrik, penebangan pohon untuk membuka lahan pertanian, kebakaran hutan, penggunaan transportasi berbahan bakar fosil, produksi makanan, gaya hidup berlebihan adalah aktivitas yang dapat meningkatkan emisi karbon.

Dampak Perubahan Iklim bagi Manusia

(Diolah Pribadi dengan Canva)

Perubahan iklim memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Dalam sebuah tulisan United Nation Indonesia, dampak yang dapat kita rasakan antara lain:

  • Suhu Bumi Semakin Panas

Suhu semakin panas di permukaan bumi terjadi seiring dengan meningkatnya efek gas rumah kaca yang dihasilkan seperti karbondioksida, uap air, ozon, metana, CFC, HFC dan nitrous oxide.

Gas- gas ini dihasilkan dari aktivitas manusia yang berlebihan dalam konsumsi, penebangan hutan penumpukan sampah dan juga penggunaan bahan bakar fosil. Akibat suhu bumi makin panas maka terjadi kekeringan dimana- mana.

  • Badai Destruktif Merusak Banyak Wilayah

Badai destruktif terjadi akibat perubahan iklim dan meningkatnya volume air laut. Badai ini dampaknya merusak rumah dan komunitas, hingga menyebabkan kematian dan kerugian ekonomi manusia.

  • Terjadi Bencana Kekeringan

Kekeringan Akibat Perubahan Iklim
Ilustrasi Kekeringan Akibat Perubahan Iklim (Sumber: www.unplash.com)

Bencana kekeringan terjadi karena suhu bumi yang semakin panas dan ketersediaan air semakin menipis, jikapun ada air maka kualitasnya memburuk. Kekeringan ini berdampak pada tidak berjalannya pertanian atau gagal panen, hasil bercocok tanaman tidak maksimal dan kelaparan akan melanda manusia.

  • Tinggi Permukaan dan Suhu Air Laut Meningkat

Dampak dari tingginya permukaan air laut tentunya banjir bandang yang mengancam ekosistem pesisir pantai, merusak habitat tempat nelayan mencari ikan, kematian biota laut sebagai sumber pangan sebagian manusia. 

  • Pasokan Makanan Berkurang

Tidak adanya pasokan air yang cukup untuk pertanian, rusaknya ekosistem hutan dan laut membuat pasokan makanan manusia berkurang.

  • Gangguan Kesehatan & Wabah Penyakit Menyebar

Akibat dari pasokan makanan berkurang, terjadinya kelaparan dimana- mana. Manusia yang lapar, rentan terkena gangguan kesehatan dan wabah penyakit menyebar. 

  • Kemiskinan Hingga Kematian

Ilustrasi Kemiskinan Akibat Perubahan Iklim (www.unsplash.com)

Kemiskinan melanda sebagian manusia yang tidak mampu membeli pasokan makanan dengan harga yang terlampau tinggi karena keterbatasan. Tidak adanya pasokan makanan karena kemiskinan, membuat manusia terkena penyakit dan berujung pada kematian.

Peran Hutan sebagai Solusi Mengatasi Polusi dan Perubahan Iklim

Salah satu solusi yang berpengaruh besar dalam menyerap emisi karbon adalah pemanfaatan tumbuhan melalui proses fotosintesisnya.

Hutan sebagai tempat sekumpulan tumbuhan bertumbuh membentuk suatu ekosistem berperan besar dalam penyerapan emisi karbon. Hutan yang memiliki manfaat besar dapat berupa hutan hujan tropis yang luas hingga hutan kota.

Meskipun tidak seluas hutan hujan tropis, namun hutan kota juga tetap mampu mengatur tata air sehingga mengurangi resiko banjir maupun mempengaruhi iklim mikro seperi menurunkan suhu permukaan tanah di kota- kota.

Namun apakah kita sudah mengetahui peran hutan sebagai solusi mengatasi polusi ini?

Cara Hutan Melawan Perubahan Iklim

Peran Hutan Sebagai Solusi Perubahan Iklim (Sumber: Twitter @FAOclimate)

1. Mengatur Kondisi Iklim melalui Siklus Karbon

Karbon disimpan hutan melalui tumbuhan dalam bentuk dedaunan, jaringan kayu, materi organik di dalam tanah atau biomassa serta dalam produk yang dihasilkan dalam bentuk hasil hutan seperti buah.

Hutan mampu menyerap sebanyak 2,4 miliar ton karbon dioksida per tahunnya. Nilai ini 30% dikontribusikan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil.  Sebanyak 77% karbon tersimpan dalam vegetasi dan 39% tersimpan dalam tanah.

2. Menjaga Tutupan Awan & Memantulkan Kembali Sinar Matahari Keluar dari Atmosfer

Hal ini membantu mendorong terjadinya transformasi air menjadi uap serta mampu memberikan peningkatan kelembaban yang dapat menyejukan udara sekitar. Studi ini adalah studi baru yang menunjukan bahwa hutan memiliki kemampuan mengubah energi dan air secara fisik.

Manfaat ini dirasakan dalam skala paling lokal hingga global. Para peneliti dari AS dan Kolumbia menemukan fakta bahwa hutan dapat menjaga 0,5 derajat Celcius lebih dingin ketika efek biofisik dari senyawa kimia hingga turbulensi pantulan cahat digabungkan dengan karbon dioksida.

Tutupan awan ini diciptakan hutan melalui pancaran bahan kimia yang disebut senyawa organic volatile biogenic (BVOCs) yang menciptakan aerosol dan membentuk awan. Hal ini memberikan efek pendinganan pada udara.

Pantulan kembali sinar matahari diciptakan oleh kerapatan kanopi, akar yang dalam dan penggunaan air tanah yang efisien.

3. Menyerap Emisi Karbon dari Satu per Lima Emisi yang Dihasilkan Aktivitas Manusia

Menjaga hutan dengan menghentikan deforestasi, memulihkan hutan dan meningkatkan praktik kehutanan dapat mereduksi 7 miliar metrik ton karbon dioksida per tahun.

Semakin besar pertumbuhan setiap inci diameter pohon dapat mengakumulasi lebih banyak karbon. Maka semakin besar ukuran dan umur pohon akan memberikan keuntungan yang besar dalam mengatasi perubahan iklim.

Hutan- hutan yang memberikan manfaat besar dalam mengatasi perubahan iklim adalah hutan hujan tropis. Sehingga segala tindakan yang merusakan hutan tropis dalam meningkatkan panas ekstrim lokal, menurunkan curah hujan dan terjadilah kekeringan serta kebakaran hutan yang membuat suhu bumi semakin panas.

Hutan tropis adalah jantung planet bumi. Indonesia dengan luasan hutan hujan tropis terbesar ketiga adalah anugrah yang harus selalu kita jaga. Kita perlu terus melindungi dan melakukan perluasan serta peningkatan pengelolaan hutan agar perubahan iklim dapat di atasi.

Mari Berkolaborasi Bersama Mengatasi Perubahan Iklim

Sebagai anak muda kita dapat berkolaborasi bersama dalam mengatasi perubahan iklim. Kita dapat memulai dengan (1) menghemat energi di rumahMulai dari mematikan lampu dan mencabut aliran listrik ketika tidak dipakai.

Kemudian beralih ke bola lampu LED dan peralatan listrik hemat energi, serta tidak menggunakan pemanas air untuk mencuci dan pengering untuk mengeringkan pakaian. Selain itu, mengurangi pengeluaran gas rumah kaca dengan mengurangi penggunaan air conditioner.

Langkah Mencegah Perubahan Iklim Langkah Mengurangi Perubahan Iklim Langkah Menangkal Perubahan Iklim

Langkah selanjutnya adalah (2) beralih ke moda transportasi umum dan ramah lingkungan. Kita dapat memilih mengendarai sepeda atau bike to work dan berjalan kaki. Hal ini adalah salah satu cara mengurangi emisi karbon. Selain itu, kita juga dapat memperoleh manfaat kesehatan dan kebugaran.

Adapun jika bepergian jarak jauh, lebih baik kita menggunakan kendaraan umum seperti bus atau kereta. 

Langkah berikutnya adalah (3) berhenti membuang- buang makanan. Dengan membuang makanan berarti kita menyia-nyiakan energi yang digunakan untuk menanam, panen, mengantar, mengemas hingga memproses makanan tersebut. Selain itu, kita juga menghargai kerja para petani dengan menghabiskan makanan. 

Lalu kita dapat (4) membuah sampah pada tempatnya dan melakukan 3R (reuse, reduce dan recycle). Mulai untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat kita olah menjadi kompos. Sedangkan sampai anorganik dapat kita gunakan kembali.

Selanjutnya adalah (5) memilih menggunakan produk ramah lingkungan. Kita dapat mengurangi penggunaan kertas, tisu dan plastik dengan bahan yang ramah lingkungan. Menggunakan tas berbahan kain untuk berbelanja, sabun pencuci, serta produk kosmetik yang juga ramah lingkungan.

Langkah selanjutnya adalah (6) berkontribusi dalam penanaman pohon. Dengan menanam pohon serta tidak menggunakan pestisida ketika menanam berarti kita menghijaukan bumi dan membuat bumi nyaman kembali untuk ditinggali.

Terakhir, (7) aktif mengkampanyekan isu lingkungan. Segala tindakan yang baik untuk mengatasi perubahan iklim perlu untuk terus kita utarakan dan ungkapkan. Dengan langkah kolaborasi akan mempercepat penyampaian solusi.

Kita sebagai anak muda dapat menjadi influencer lingkungan sekitar maupun di media sosial untuk mengkampanyekan terkait perubahan iklim yang terjadi dan langkah yang kita dapat lakukan untuk mengatasi perubahan tersebut.

Kampanye ini dapat dibuat menarik untuk bisa diterima masyarakat berdasarkan generasinya. Dapat melalui musik, video, poster, lukisan, puisi atau karya seni lainnya.

Dengan turut serta dalam mengkampanyekan sikap tanggap dalam perubahan iklim akan semakin banyak anak muda lain yang tergugah untuk bergerak.

Kebijakan untuk Mengurangi Polusi Demi Mengatasi Perubahan Iklim

Setelah melihat berbagai polusi yang dapat mempengaruhi perubahan iklim, dampaknya terhadap kehidupan manusia dan langkah- langkah yang dapat dilakukan bersama untuk mengurangi situasi ini maka sebenarnya kita bisa menerapkan beberapa kebijakan untuk mengatur kehidupan masyarakat.

Jika berkesempatan membuat beberapa kebijakan maka kebijakan pertama adalah kebijakan memerangi deforestasi dan degradasi hutan di area yang memiliki keanekaragaman tinggi. Kebijakan ini bertujuan melindungi hutan dari tangan- tangan yang tidak bertanggung- jawab. Kebijakan ini dapat berupa pemberian sanksi yang tegas dan denda yang besar untuk kerusakan hutan akibat ulah manusia.

Kebijakan kedua yaitu kebijakan yang berkontribusi dalam perawatan hutan. Ini termasuk penanganan yang berkaitan dengan limbah di hutan.

Kebijakan ketiga yaitu peningkatan produktivitas hutan. Menanam pohon dan tumbuhan- tumbuhan yang bermanfaat. 

Kebijakan terakhir yaitu berkaitan dengan gaya hidup masyarakat seperti kewajiban menggunakan produk ramah lingkungan, berkendaraan umum, uji emisi kendaraan bermotor, membuang sampah di tempatnya dan ruang terbuka hijau untuk perumahan dan perkantoran.

Penutup

Nah itu dia, paparan mengenai situasi bumi saat ini akibat selimut polusi yang menyebabkan perubahan iklim, dampaknya bagi manusia, langkah mengatasinya dan beberapa kebijakan yang bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Sebagai generasi milenial sekaligus calon ibu kelak, tentunya saya ingin anak dan cucu di masa depan tetap dapat menikmati kondisi bumi yang aman dan sehat. Untuk itu perubahan harus dimulai dari diri saya sendiri kemudian menularkan ke orang- orang terdekat. Terlebih ke khalayak luas melalui tulisan ini.

Mari kita berpartisipasi dan berbenah sebagai #MudaMudiBumi bersama- sama #UntukmuBumiku dalam bersinergi menghajar #SelimutPolusi yang membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim. Dengan #TeamUpForImpact kebermanfaatan akan terasa lebih besar dan berdampak positif kepada bumi kita.

Seperti perkataan Najwa Shihab dalam Video Narasi tentang 2050

Jadi, masa depan seperti apa yang kawan- kawan impikan?

***

Sumber Penulisan:

Peran Hutan Melawan Perubahan Iklim

https://betahita.id/news/detail/7343/peran-hutan-pada-iklim-lebih-besar-tak-hanya-penyimpan-karbon.html.html

https://indonesia.un.org/id/175273-penyebab-dan-dampak-perubahan-iklim

Apa Saja Jenis Polusi? Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi

Manfaat Hutan Kota Yang Luar Biasa

Leave a Comment

Your email address will not be published.