Tumbuh Dewasa (Indonesian Version)

Ketika berulang tahun yang ke-25 Bulan September lalu, beberapa sahabat mendoakanku semoga semakin dewasa. Tentunya menjadi lebih matang atau dewasa adalah harapan hampir semua orang. Aku mengamini doa itu dan berharap memang benar aku bisa menjadi lebih dewasa. Dan aku pun mulai mencari sebenarnya kapan dan apa yang membuat seseorang dikatakan sudah tumbuh dewasa atau matang secara pemikiran?

Jadi, apa itu tumbuh dewasa? Bagaimana seseorang bisa dikatakan bahwa dia tumbuh dewasa? Waktu kita kecil dulu, hal yang membahagiakan adalah hal- hal yang ada disekeliling kita seperti kehadiran orangtua, bermain dengan kakak dan adik, mainan kita, makanan atau minuman kita. Namun ketika kita beranjak dewasa konsep kebahagiaan menjadi cukup tidak sederhana.

Apakah arti kebahagiaan itu adalah jika kita memiliki uang yang banyak? Apakah kebahagiaan itu adalah jika kita memiliki pekerjaan sebagai anggota dewan? Apakah kebahagiaan itu adalah jika kita memiliki keluarga yang hangat, kompak dan saling membantu.

Dalam sebuah artikel bagus yang aku baca dari seorang penulis best-seller international: Mark Manson https://markmanson.net/how-to-grow-up disebutkan 3 ciri pola berfikir seseorang yang dikatakan sudah matang dan telah tumbuh dewasa.

Pertama, seseorang dikatakan telah tumbuh dewasa ketika ia mampu melihat suatu perubahan karir dan berkata, “aku lebih baik mati dari pada menjadi zombie berjalan di kehidupan yang tidak aku miliki”, lalu dia berhenti dari pekerjaan tersebut.

Kedua, seseorang dikatakan telah tumbuh dewasa ketika ia jatuh cinta kepada seseorang dan berkata, “aku lebih baik mati dari pada menyembunyikan perasaan hatiku dari dunia ini”, lalu dia mengungkapkan perasaannya.

Ketiga, seseorang dikatakan telah tumbuh dewasa ketika ia memiliki sebuah ide dan berkata, “aku lebih baik mati dari pada mematikan potensi dan talentaku”, lalu dia memulai dan melangkah untuk menjalani idenya.

Dewasa yaitu terjadi ketika seseorang menyadari bahwa satu- satunya jalan untuk keluar dari penderitaan adalah untuk tidak terus- menerus dalam penderitaan. Dewasa berarti berani untuk mengambil langkah.

Dewasa berarti mengetahui apa yang menjadi nilai hidup diri yang sesungguhnya, mampu bertahan pada nilai hidup yang dimiliki diri meskipun langkah yang diambil bukanlah pilihan umum serta tidak memberikan keuntungan yang dianggap lumrah bagi kehidupan sosial secara luas.

Sebab lebih baik menderita untuk suatu alasan yang benar dari pada merasa bahagia dengan untuk suatu alasan yang salah. 

Orang yang telah dewasa mampu menerima bahwa dalam hidup ini, kita pasti akan menemukan banyak hambatan dan segalahnya tidak selalu berjalan mulus, namun itu lebih baik dari pada tidak berani untuk menjalani hidup itu sendiri. Dengan demikian, seseorang yang dewasa mampu bertindak tegas terhadap rasa takut dan keragu-raguan yang ia rasakan.

Sejak dahulu hingga saat ini, aku pernah berkali- kali gagal, gagal dalam hubungan percintaan, hubungan pertemanan, karir, pendidikan, bahkan terhadap diri sendiri yakni melakukan kesalahan besar, dan kedepannya masih akan terus belajar karena semua masih dalam proses dan hidup ini adalah perjalanan.

Dulu, aku belum cukup dewasa untuk menangani kegagalan dan perasaan bersalah tersebut. Aku dulu menganggap bahwa kegagalan adalah suatu kehinaan dan aku memilih untuk lebih memikirkan pandangan orang lain atau menutupi kekeliruanku dari orang lain, padahal sesungguhnya hal tersebut adalah relatif.

Aku dulu adalah orang yang pengecut, tidak mampu mengakui bahwa aku melakukan kesalahan, tidak percaya diri ketika memiliki pandangan yang berbeda dari kebanyakan orang.

Namun belakangan, dari hubungan romantis menuju pernikahan yang aku jalani, aku merasa dan sadar bahwa kita memiliki kemampuan untuk memilih. Memiliih untuk memperjuangkan apa yang menurut kita berharga, sakit maupun senang. Memilih mencintai tanpa ragu, yakin bahwa orang yang kita pilih adalah yang terbaik karena kita jauh lebih mengenalnya dibandingkan orang lain di luar sana. Maka segala tantangan yang ada di depan setelah pernikahan, harus dilewati bersama dengan semangat serta besar hati.

Untuk kalian yang membaca tulisan ini, selamat untuk bertumbuh, menurutku yang terpenting, jangan lupakan orang- orang yang membersamai kita dalam proses tumbuh tersebut, terutama orang tua yang tanpa kita sadari juga semakin menua. Segala kesalahan di masa lalu tidak perlu untuk disesali, cobalah menerimanya dan memahaminya bahwa hal itu membuat kita menjadi lebih kuat.

Love,

Raysa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *